cerpen Si Pria Unik
Setiap orang pasti
punya kisah atau cerita begitu juga aku. Selayak seorang remaja aku punya
banyak kisah atau cerita yang ingin aku
bagi, namun tak semua orang mampu menjadi pendengar yang baik. Maka salah satu
caranya adalah bercerita dengan laptop kesayangan. Sudah banyak kisah yang aku
baca dan sebagian besar selalu berakhir bahagia, aku selalu berhayal bahwa
setiap kisahku akan berakhir bahagia sama seperti kisah-kisah yang aku baca.
Salah satunya adalah kisah yang ingin aku bagi hari ini. Aku Widi Artini namun
orang orang lebih akrab memanggilku widi, aku siswi Smk jurusan Keperawatan. Saat ini aku baru duduk
di kelas 2, selama ini hari ku baik-baik saja selayaknya remaja pada umumnya.
Sampai suatu hari lelaki itu datang, dia adalah lelaki terunik yang pernah
kulihat dengan rambut ubannya. Dan ternyata dia adalah guru seniku yang baru, namanya adalah Arya Wibisana
selain sebagai seorang guru dia juga seorang penari. Aku merasa senang karena
pasti akan sering bertemu dengannya, namun disatu sisi aku merasa sedih karena
dari segi usia yang terpaut terlalu jauh dari ku dan dari segi norma tentu
bukan hal yang wajar jika aku jatuh cinta pada guruku sendiri. Sekarang aku
yakin bahwa apa yang dikatakan orang bahwa cinta selalu datang disaat yang tak
tepat, dan cinta tak pernah memilih. Setiap hari aku lalu dengan mencoba
mencari perhatian darinya dan tak
kusangka dia juga memberiku perhatian yang lebih dari siswa-siswi lainnya, kami
sering berkomunikasi lewat pesan singkat atau saat ada waktu luang dia akan
mengajakku kekantin dan berbincang-bincang. Kami sangat sering
berbincang-bincang atau pun saling mengirim pesan singkat, namun entah kenapa
aku tidak pernah bosan untuk bertemu dengannya . Meskipun hanya sekedar kata “hai” , hingga pada suatu hari tanpa ada
hujan, gemuruh, dan petir. Tiba-tiba saja ada pelangi muncul dihidupku, dia
menyatakan cinta pada ku heheheh rasanya semua dunia adalah milikku. Hari-hari
menjadi berkali-kali lipat lebih bahagia,
hubungan kami begitu lancar dan baik-baik saja layaknya pasangan pada
umumnya. Sampai pada suatu hari temanku ada yang berkata bahwa dia telah
memiliki kekasih, “ehhh ehhh liat deh ternyata pak arya udah punya pacar!” kata
devi dengan begitu antusias. Tentu saja aku merasa bangga karna pada akhirnya
dia memamerkan kepada publik hubungan kami, lalu temanku intan berkata “ wahh
ternyata mereka uadah pacaran hampir 8 tahun ya, tapi kok gak nikah-nikah
sih?”. Aku berpikir kamu baru pacaran selama 3 bulan bagaimana mungkin dia
menulis 8 tahun pada media sosialnya, tanpa banyak berkata aku langsung merebut
hp milik devi dan ternya foto yang terpajang disana bukan fotoku melainkan foto
wanita lain. Hatiku terasa begitu sakit, aku merasa begitu dibohongi. Setelah
pulang sekolah aku langsung mengirim pesan singkat kepada arya untuk menanyakan
kebenarannya dan dengan entengnya dia menjawab iya benar. Dan langsung saat itu
juga aku memutuskannya dan tanpa basa-basi juga dia menyanggupinya. Perlu waktu
berbulan-bulan untuk aku dapat menata hatiku kembali namun dia bersikap
seolah-seolah tidak ada yang pernah terjadi, namun aku tetap berusaha bersikap
wajar dan menghormatinya sebagai seorang guru. Delapan bulan telah berlalu
tidak terasa sebentar lagi akan ada kenikan kelas jadi aku mempersiapkan diri
dengan matang, namun sebelum lembaran soal datang padaku justru lembaran
undanganlah yang datang. Ya itu adalah undangan pernikahan antaran pak arya
dengan kekasihnya, dan dengan tekat yang kuat aku datanng kepesta pernikahannya
lalu memberinya ucapan selamat dan juga hadiah. Mungkin aku sakit, sedih, dan
terluka namun hidup ini bukan novel yang jalan ceritanaya bisa kita ubah agar
menjadi bahagia, ini adalah kehidupan nyata yang apapun yang teerjadi harus
tetap berjalan. Maka pak Arya bahagia dengan pilihannya dan aku juga harus
tetap berjalan maju dan menemukan kebahagianku.
selesai
Komentar
Posting Komentar